Friday, April 29, 2011

Ketentuan dan Fasilitas Acara Komunitas

Ketentuan dan Fasilitas untuk Acara komunitas
1.    Acara yang dimaksud dalam kegiatan ini adalah acara yang diadakan oleh komunitas untuk anggota komunitasnya dan atau umum dengan durasi maksimal  120 menit.
2.    Tema acara disesuaikan dengan gerakan komunitas dengan tetap memperhatikan upaya pengembangan budaya literasi.
3.    Pilihan waktu pelaksanaan  13-15 Mei 2011 (Jumat,Sabtu,dan Minggu) antara pukul 09.00-17.00 WIB
4.    Komunitas dapat memilih waktu pelaksanaan namun akan disesuaikan dengan kesetersediaan tempat dan waktu yang ada. Panitia berhak memutuskan komunitas yang akan diprioritaskan dalam mendapatkan tempat dan waktu kegiatan.
5.    Panitia akan mencantumkan acara yang diadakan komunitas dalam publikasi acara, namun tidak menyediakan publikasi khusus untuk acara tersebut.
6.    Komunitas dipersilakan membuat publikasi sendiri untuk acara yang diselenggarakannya.
7.    Komunitas harus mendaftarkan acara paling lambat tanggal 3 Mei 2011 pukul 13.00 WIB.
8.    Komunitas yang mendaftarkan acara wajib mengikuti Technical Meeting acara yang akan diadakan pada Sabtu, 7 Mei 2011 pukul 10.00 - selesai di Museum Mandiri.
9.    Panitia World Book Day Indonesia 2011 tidak akan menanggung pengeluaran dalam kegiatan komunitas ini.
10.  Fasilitas yang disediakan panitia antara lain:
a.    Ruangan dengan kapasitas sebagai berikut:
  • Aula Besar dengan kapasitas 100 orang
  • Aula Kecil dengan kapasitas 50 orang
  • Audio Visual dengan kapasitas 50 orang  
  • Library@Batavia dengan kapasitas 30 orang
  • Taman dengan kapasitas 200 orang
b.   Sound system dengan 2 buah mic
c.   LCD projector dan layar di ruangan-ruangan tertentu
d.   Kursi pembicara dan peserta disesuaikan dengan kapasitas ruangan

No comments:

SEKILAS TENTANG PENYELENGGARAAN WORLD BOOK DAY INDONESIA

Festival World Book Day yang dirancang oleh UNESCO sebagai sebuah perayaan buku dan literasi yang mendunia telah dimulai pelaksanaannya di Indonesia sejak tahun 2006 oleh Forum Indonesia Membaca. Perayaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kemitraan antara pengarang, penerbit, distributor, organisasi perbukuan, komunitas–komunitas literasi dan taman bacaaan masyarakat yang semuanya bekerja sama mempromosikan buku dan literasi sebagai bentuk pengayaan diri dan meningkatkan nilai–nilai sosial budaya kemanusiaan. Secara umum, tujuan diselenggarakannya World Book Day Indonesia sebagai sebuah world event adalah untuk menyemangati masyarakat, terutama kalangan anak–anak untuk mengeksplorasi manfaat dan kesenangan yang bisa didapat dari buku dan membaca.

Forum Indonesia Membaca (FIM), sebuah organisasi kemasyarakatan yang berkonsentrasi di aktivitas literasi, berupaya membuka ruang partisipasi seluas–luasnya kepada masyarakat dalam penguatan budaya baca. Kesuksesan mengadakan World Book Day Indonesia sejak tahun 2006 dan banyaknya animo dari komunitas literasi, taman bacaan masyarakat (TBM), berbagai komunitas hobi, penerbit buku dan masyarakat umum maka di FIM bergandengan tangan dengan lebih banyak komunitas dan mitra di banyak kota di Indonesia, berupaya agar World Book Day Indonesia menjadi sebuah tradisi festival yang bertujuan untuk merayakan buku dan literasi serta membuka partisipasi masyarakat sebesar–besarnya dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya buku dan membaca, serta mengapresiasi dunia perbukuan itu sendiri.

Meningkatnya animo masyarakat terhadap kegiatan World Book Day Indonesia mendorong tumbuh kembangnya ide dan gagasan baru dalam setiap pelaksanaan kegiatan festival. Bila Penyelenggaraan festival tahun 2006 difokuskan pada 3 (tiga) zona kegiatan yaitu Panggung utama, zona Anak dan Remaja serta zona Dewasa dengan berbagai macam workshop, talkshow mau pameran komunitas dan TBM sedangkan pada tahun 2007 – 2008 selain acara temu komunitas maka dimulai tradisi wisata/tur literasi ke perpustakaan dan museum. Sebagai bentuk apresiasi terhadap sekolah – sekolah yang terlibat dalam festival di tahun – tahun sebelumnya maka sejak tahun 2009 dimulai program WBD Goes to School yang mendekatkan gairah membaca dan menulis sedari dini kepada para pelajar serta diikuti oleh puluhan sekolah tidak hanya di wilayah Jabodetabek namun hingga ke Jawa Barat. Setelah 4 tahun penyelenggaraan festival maka sebagai bentuk partisipasi masyarakat memotret gairah membaca di lingkungan sekitarnya maka di tahun 2010 digelar program pengumpulan foto Kepergok Membaca dimana 100 karya terpilih akan dipamerkan tidak hanya di WBD namun juga di sepanjang tahun dimana FIM mengikuti atau menyelenggarakan kegiatan – kegiatannya. Selain pameran foto digelar pula Gerakan Hibah Buku Nasional yang membantu lebih dari 10 komunitas dan TBM untuk meningkatkan akses mereka terhadap bahan bacaan berkualitas. Gairah penyelenggaraan WBD 2010 tak hanya dirasakan oleh komunitas – komunitas di wilayah Jabodetabek semata namun juga merambah ke sejumlah kota di Indonesia yang turut menggelar perayaan ini antara lain Bandung, Bojonegoro dan Surabaya. Selain tema tahunan festival yang terkait satu dengan lainnya maka program festival tahun 2011 merupakan pengembangan dari kegiatan tahun sebelumnya dan akan didukung lebih banyak komunitas yang bahkan telah memastikan keikutsertaannya jauh sebelum kerangka besar program dikemas.